Langsung ke konten utama

Postingan

Mentutup Telinga Seperti Karna, Berhenti mendengarkan ekspektasi orang lain.

Kamu tidak harus menjadi "penurut" ekpektasi orang lain     Istilah  berhentilah mengejar pengakuan atau berhenti memenuhi ekspektasi orang lain cukup sering melintas di timeline media sosial. Topik ini mungkin terasa membosankan karena diulang-ulang terus menerus. Tetapi fenomena ini sebenarnya cukup umum dijumpai, dikarenakan hal ini sedang kita rasakan sekarang. Ketika dalam kehidupan sosial individu dituntut untuk memenuhi standar yang telah ditetapkan secara tidak tertulis dimasyarakat. Misal, umur 30 tahun namun belum menikah, secara umum komentar yang keluar dari masyarakat tidak enak didengar oleh telinga dan membuat hati ini muak. Apalagi bila situasi ini dialami oleh perempuan. Misal lainnya, situasi ketika individu dituntut untuk memiliki kendaraan, rumah, bisnis, karir yang mapan dalam usia yang begitu muda. Sah-sah saja jika memang memiliki kemampuan untuk mewujudkan itu. Tapi, ada faktor lain yang masyarakat masa bodoh dengan itu. Previlage, keluarga, tanggu...

Perilaku Komplek inferioritas

 "Teman baik"  yang merasa paling menderita      Akhir-akhir ini tidak sedikit menjumpai orang yang saling beradu nasib, siapakah yang paling menderita di antara yang lain. Semakin masif dengan adanya media sosial orang menjadi terfasilitasi untuk menshare apa yang mereka alami dan rasakan pada hari itu juga. Mereka ingin membagi beban/kesedihan/kekecewaan/nasib buruk yang mereka alami. Sebagai makhluk sosial yang tidak dapat terputus dari orang lain, hal tersebut sah-sah saja dilakukan, terlebih ada sensasi untuk melepas perasaan negatif tersebut dan merasa berharga sebagai manusia. Tapi, ada kalanya kita menjumpai adu nasib ini terasa menyebalkan, disaat diri kita ingin membagi penat dan beban yang dirasakan, belum sampai pada opening sudah di cut oleh "Teman Baik" kita. Malahan "Teman Baik"  kita ini yang menyerobot bercerita masalahnya, plus dengan mengeluarkan kalimat sakti "elu masih mending lah gw,....." .  Yang awalnya ingin berbagi penat...

Soal Matrik dan Penyelesainnya

Assalamualaikum Matrik lagi, Matrik lagi Matrik memang bagi sebagian orang adalah momok dalam mata pelajaran matematika, karena beberapa istilahnya yang membingungkan seperti baris, kolom, diagonal, invers, determinan, tranpose, dan invers. Eits! Jangan bingung dulu sebenarnya kita dapat memahami konsep  dari matrik jika kita konsentrasi dan paham konsep mendasar dari matrik.  Berawal dari pengertian matrik sendiri adalah bilangan yang disusun berdasar kolom dan baris. Nah kita dapat 2 point mendasarnya dari matrik yaitu baris dan kolom.  Langsung saja akan dijelaskan. Dari kedua gambar diatas kita dapat membuat suatu kesimpulan bahwa yang namanya  Baris adalah urutan angka dari samping menuju ke samping lainnya.   Sementara  Kolom adalah urutan angka dari atas ke bawah.  Nah setelah kita tahu perbedaan dari baris dan kolom, tentunya dalam matrik ada lebih dari 1 baris dan 1 kolom, tergantung dari jenis dari matrik. Matrik diatas mem...